“Mungkin dua hingga tiga tahun ke depan baru selesai dan kapasitas dan daya tampung Masjidil Haram akan bertambah, begitu juga dengan ketersediaan pemukiman bagi jamaah di sekitarnya,” kata Gatot.
Dengan adanya fasilitas monorel, maka jamaah yang jauh dari masjid tidak akan bermasalah, karena ada transportasi nyaman yang mengantarnya. Mengenai rencana keikutsertaan Indonesia dalam pembangunan apartemen di sekitar Masjidil Haram, Gatot mengatakan pihak Kerajaan Saudi tidak mengizinkan pihak lain turut serta membangun apartemen yang menjadi bagian dari pembenahan apartemen dan hotel di sekitar Masjidil Haram.
Gatot menjelaskan, pembangunan gedung-gedung baru di sekitar Masjidil Haram menjadi tanggung jawab Kerajaan Saudi sepenuhnya. Sementara mengenai kuota tambahan menurutnya belum ada keterangan resmi dari Kerajaan Saudi.
Indonesia mengusulkan agar bisa mendapatkan kuota tambahan sebanyak 30 ribu orang, menyusul tingginya permintaan masyarakat Indonesia untuk berhaji. Di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, contohnya, masyarakat di sana sekarang harus menunggu 19 tahun untuk berhaji jika baru mendaftar tahun ini.
“Pemerintah Saudi sangat memperhatikan kepentingan warga Makkah yang memiliki tanah di sekitar Masjidil Haram. Belum ada jawaban mengenai permintaan tambahan 30 ribu orang karena tingginya permintaan masyarakat Indonesia untuk berhaji,” kata Gatot.(MCH)






0 comments:
Post a Comment