“Alhamdulillah, saya merasa perak dan bungah (senang dan bahagia),”
katanya dalam Bahasa Madura ketika ditemui di Gedung B2, Asrama Haji
Embarkasi Surabaya, Kamis (27/9). Istri dari Bisyri Saeruddin Pukasmin
itu mengaku tidak tahu bila dirinya hamil, karena itu dirinya sempat
menangis saat dinyatakan hamil oleh dokter di Asrama Haji Embarkasi
Surabaya.
Menurut kakaknya, Moh Iyadh bin Anshor, adiknya memang sedang usaha
ke sana ke mari, termasuk ke dokter, untuk dapat mempunyai keturunan
lagi, karena sudah lama belum hamil. “Anaknya yang pertama sudah berusia
15 tahun, jadi dia memang tidak mengira kalau ternyata hamil,” katanya.
Hasil pemeriksaan USG di RS Haji, kehamilannya sudah memasuki minggu ke-16 dan calon haji
asal Dusun Kalebengan Dajah RT 002/001, Rubaru Sumenep itu juga sudah
disuntik meningitis. “Karena itu, Lailah diperkenankan melanjutkan
perjalanan ke Tanah Suci, sebab wanita hamil boleh berangkat bila usia
kehamilan antara 14-26 minggu dan harus sudah disuntik meningitis,” kata
Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Drs H Asyhuri MM.
Sementara itu, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr PP Agung
dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengimbau calon haji untuk menjaga
kesehatan. “Di Tanah Suci, cuaca sekarang ekstrem, kalau siang panas
sekali dan kalau malam sangat dingin, padahal aktivitas haji yang padat
menyebabkan stamina jamaah berkurang, kondisi tersebut menjadi santapan
empuk virus corona,” katanya.
Ia menambahkan virus corona itu sangat mudah menular, apalagi mereka
yang berusia rentan atau 60 tahun ke atas. Di PPIH Embarkasi Surabaya
tercatat 1.633 orang berusia di atas 70 tahun, 249 orang berusia 80 ke
atas, 29 orang berusia 90 tahun ke atas, dan satu orang berusia seabad.
Editor: Dewi Mardiani
Sumber: Antara
Sumber: Antara






0 comments:
Post a Comment