REPUBLIKA.CO.ID – Ketika adzan berkumandang, maka sudah seharusnyalah
kita memenuhi panggilan-Nya. Aku jadi teringat sesuatu. Sesuatu yang
menjadi renunganku ketika membaca sebaris kalimat yang tertempel di
salah satu dinding Masjid yang kulewati di Kota Jeddah.
Kalimat itu menyebut perihal shalat. Kurang lebih mengenai salah satu hadits berikut, “Sesungguhnya
pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari
segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya.
Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia. Dan bilamana shalatnya rusak,
sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi).
Seingatku tulisan di dinding itu, “shalatnya baik” di hadits tersebut
dituliskan “shalatnya sempurna”. Aku jadi bercermin ke diriku.
Tambah bercermin lagi, gara-gara teringat pemandangan luar biasa di jalanan menuju Masjidil Haram.
Ketika adzan berkumandang, orang berbondong-bondong memenuhi
panggilan-Nya untuk shalat. Ternyata dalam perjalanan ke Masjidil Haram
iqamat sudah terdengar. Mereka yang baru sampai separuh jalan, langsung
menggelar sajadah di tengah jalan, kemudian melaksanakan ibadah shalat
Ashar di tempat itu juga.
Subhanallah… tidak ada tuh yang balik badan terus pulang
shalat di rumah. Mereka ada yang melanjutkan ke Masjidil Haram, ada yang
melanjutkan shaf shalat di jalanan. Kebetulan yang kuambil pelajaran
dari peristiwa ini adalah jangan tunda-tunda untuk melaksanakan shalat. Wallahu’alam bish shawwab.
Redaktur: Chairul Akhmad
Sumber: Risna Dirgoharjoso
Sumber: Risna Dirgoharjoso






0 comments:
Post a Comment