Banjarmasin (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia hingga kini belum
mendapatkan jawaban dari Pemerintah Arab Saudi terkait pengajuan
penambahan kuota haji 2012 sebagaimana tahun sebelumnya.
Direktur Pengelolaan Dana Haji Pusat Syariful Mahya di Banjarmasin, Jumat mengatakan, pemerintah pusat selalu memperjuangkan penambahan kuota haji bagi seluruh daerah di Indonesia.
Direktur Pengelolaan Dana Haji Pusat Syariful Mahya di Banjarmasin, Jumat mengatakan, pemerintah pusat selalu memperjuangkan penambahan kuota haji bagi seluruh daerah di Indonesia.
Begitu juga dengan tahun ini, Menteri Agama Suryadharma Ali telah mengajukan penambahan kuota haji, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban dari Pemerintah Arab Saudi apakan pengajuan tersebut dikabulkan atau tidak.
Menurut Mahya, sebagaimana ketetapan Organisasi Konferensi Islam, kuota haji masing-masing negara adalah setiap seribu penduduk muslim hanya satu orang yang mendapatkan kesempatan berangkat haji.
Ketetapan tersebut, kata dia, dibuat karena tingginya minat warga muslim di sebagian besar negara muslim untuk menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.
"Karena keterbatasan kuota haji tersebut, sehingga wajar bila sampai kini daftar tunggu di Kalsel mencapai 14 tahun," katanya.
Dengan demikian, kata dia, dibuatlah aturan, siapa yang pertama mendaftar mereka yang pertama berangkat, sehingga bisa menimbulkan rasa keadilan.
"Kita harapkan untuk bisa baik haji, sebaiknya tidak perlu menunggu sampai tua, ketika masih muda dan ekonomi telah mencukupi, sebaiknya cepat berangkat," katanya.
Selain itu, kata dia, tingginya animo warga Indonesia untuk berhaji, menjadi indikasi semakin meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya ketaatan beragama.
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, pemerintah daerah tetap berharap hal tersebut ada solusi sehingga daftar tunggu di daerah tidak semakin panjang.
Namun demikian, kata Rudy, masyarakat harus tetap bersabar, karena pembatasan kuota haji berasal dari negara tujuan, dan pemerintah telah mengupayakan untuk meningkatkan kuota haji secara nasional.
"Sebenarnya walaupun ditambah kuota hajinya tetap tidak akan cukup, jadi yang terpenting saat ini adalah niat untuk melaksanakan ibadah haji, berangkat tidak berangkat adalah urusan Allah," katanya.
Terkait pelunasan BPIH tahap kedua sampai tanggal 5 September 2012 masih tersisa 48 orang dari kouta 3.811 orang.
Diharapkan hingga batas akhir pelunasan BPIH hari ini 7 September 2012 bisa terpenuhi, bila tidak akan dikembalikan ke pusat dan selanjutnya daerah hanya menunggu kebijakan pusat.






0 comments:
Post a Comment