JAKARTA — Ketua DPR, Marzuki Alie, mengatakan pemerintah harus
benar-benar melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelayanan jamaah
haji yang saat ini sesuai UU Haji. Salah satu pasalnya mengatur
kewajiban penyelenggaraan haji yang masih berada di Kemenag.
Terus berulangnya kesalahan-kesalahan dan masih banyaknya keluhan
dari jamaah haji setiap tahun penyelenggaraan haji, menurutnya, sebagai
pertanda tidak amanahnya penyelenggara haji terhadap para jamaah haji
Indonesia. Hal itu, ditegaskannya, tidak bisa lagi ditoleransi.
“Setiap tahun penyelenggaraan haji, keluhan jamaah dan masalah yang
timbul masih itu-itu saja. Ini masalah serius yang sampai sekarang belum
bisa ditangani. Ini tidak bisa dibiarkan lagi,” ujar Marzuki ketika
dihubungi, Ahad (4/11).
Menurut Marzuki, membiarkan para jamaah haji tidak mendapatkan
hak-haknya adalah dosa besar penyelenggara haji. ”Bayangkan saja, tidak
sedikit dari mereka yang menabung seumur hidupnya untuk bisa menunaikan
rukun Islam yang kelima itu. Tapi begitu sampai di sana, hak-hak mereka
tidak bisa kita berikan. Ini dosa besar,” tambahnya.
Dia mengaku sudah mendapatkan laporan lisan dan membaca di media
massa mengenai kondisi jemaah haji Indonesia di tahun 2012 ini. Laporan
tahun ini, menurut Marzuki, seperti biasa tidak berbeda dengan
laporan-laporan pada tahun-tahun sebelumnya.
Penambahan anggaran dan juga kenaikan BPIH menurutnya sama sekal tidak berdampak signifikan pada perubahan pelayanan jemaah haji.
Marzuki mengakui bahwa bukan hanya kemenag yang tidak memberikan
layanan baik, tapi juga pemerintahan Arab Saudi yang terkesan tidak bisa
menghargai jamaah haji Indonesia dan pemerintah Indonesia.
Salah satu contohnya, kata dia, dengan tidak memberikan lokasi-lokasi
yang baik maupun sarana dan prasarana yang mencukupi untuk jamaah haji
Indonesia. Namun menurutnya, Indonesia belum bisa menuntut apapun
terhadap pemerintah Arab Saudi, jika pelaksana haji di Indonesia tidak
juga berbenah diri.
“Saya mengerti masalah, banyak kontrak yang sudah disepakati tidak
dijalankan oleh pihak di Arab Saudi dan saya juga melihat bahwa negara
lain seperti Malaysia, Turki dan lainnya bisa mendapatkan fasilitas yang
lebih baik dari kita. Ini harus dicari tahu kenapa begitu dan harus
dibenahi, ada apa dengan hal ini. Karena bisa saja tidak dihormatinya
justru disebabkan oleh diri kita sendiri,” jelasnya.
taufik rachman/antara






0 comments:
Post a Comment