JEDDAH — Bermacam-macam saja tingkah jamaah haji Indonesia yang
hendak pulang ke Tanah Air. Kendati belum ada yang kedapatan membawa
dandang untuk memasak nasi ke bandara, seperti tahun-tahun sebelumnya,
namun tetap saja ada yang nekad membawa alat memasak. Pada Ahad (4/11),
seorang jamaah asal Makassar, nekad menyelipkan penggorengan di
badannya.
Jamaah perempuan ini menyelipkan penggorengan berukuran sedang itu di
badan bagian depan. Karena diselipkan mengikuti bentuk cembung perut,
semula keberadaan benda itu tak terlalu menonjol. Alhasil, dia lolos
dari perhatian para petugas passenger handling (bukan packhandling seperti ditulis sebelumnya–Red) Garuda Indonesia yang melakukan sweeping barang bawaan.
Sang nyonya mulus-mulus saja saat melewati pemeriksaan imigrasi, yang
memang hanya fokus memeriksa dokumen. Tapi, sebelum memasuki ruang
tunggu, dia berhadapan dengan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh
petugas pengamanan bandara yang berkebangsaan Saudi. Di sinilah
keberadaan penggorengan tersebut terdeteksi, setelah seorang petugas
perempuan memeriksanya.
Kendati benda keras dari metal tersebut lumayan menyembul, namun sang
pemilik barang tetap belum mau mengaku. Akhirnya, jamaah haji perempuan
tersebut dikeluarkan dari ruang pemeriksaan, dan petugas tersebut
mengontak petugas passenger handling Garuda. “Setelah kami
periksa, astaga, ternyata dia menyelipkan penggorengan di badannya,”
kata petugas passenger handling Garuda, Karyanto, di Posko Garuda, Hotel
Elaf, Jeddah, Senin pagi (5/11).
Akhirnya, penggorengan itu pun di sita. Karena, setelah pemeriksaan
fisik, toh yang bersangkutan masih harus menjalani pemeriksaan dengan
sinar x. “Pasti berbunyi dong kalau di x-ray,” kata Karyanto.
Masih kisah pada Ahad, Karyanto menuturkan seorang jamaah haji asal
Makassar, juga sempat menimbulkan masalah menjelang pemeriksaan dengan
sinar x di Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz. Pasalnya, jamaah haji
perempuan yang sudah berusia lanjut itu enggan menyerahkan barang
bawaan di genggamannya untuk di x-ray. “Tarik-tarikan kita akhirnya,” katanya.
Karyanto yang juga customer service Garuda di Makassar itu,
menambahkan, setelah tarik menarik, akhirnya bawaan itu bisa diambil.
Ternyata, kata dia, bukan barang berbahaya. “Hanya bedak, ha-ha-ha,”
katanya.
Pantauan di lapangan pada Ahad di Bandara King Abdul Aziz, sebagian
penumpang yang ingin barangnya lebih banyak lolos ke pesawat, melakukan
trik aneh. Mereka melilitkan sejumlah barang dengan tali di leher,
sehingga barang itu tertutup kerudung. Sehingga mereka bisa melenggang
kangkung, tak perlu menenteng barang itu. Trik seperti ini antara lain
dilakukan jamaah haji asal Aceh hingga Makassar.
Karyanto mengatakan, kadang sampai tiga tali yang diikatkan ke leher
jamaah, karena banyaknya barang yang hendak dibawa. “Kalau tarik
barang-barang yang diikatkan di leher ini harus hati-hati. Karena kalau
salah tarik, leher bisa terlilit,” katanya.
taufik rachman/harun husein






0 comments:
Post a Comment