Bermalam di Mina memiliki arti yang sama dengan bermalam di
Muzdalifah. Hanya saja, kesempatan untuk beristirahat di Mina lebih lama
dibandingkan di Muzdalifah. Mabit di Mina ibaratnya adalah persiapan
matang untuk melakukan pelemparan jumrah di tiga jamarat (lokasi
melempar jumrah), yaitu ula, wustha, dan kubra, yang akan dilakukan pada
pagi harinya.
Dengan melakukan mabit di Mina, persiapan melawan setan semakin
dimatangkan. Semangat melempar jumrah pada keesokan harinya perlu kita
aktualisasikan dalam bentuk perlawanan terhadap setan baik setan yang
bersemayam dalam diri sendiri, keluarga, maupun lingungan sekitar.
Iman dan takwa juga harus ditingkatkan sebagai bekal utama kita
memerangi setan beserta antek- anteknya, baik dari bangsa jin maupun
manusia.
Hanya dengan mempersiapkan bekal sebanyak- banyaknya dan melengkapi
senjata secanggih-canggihnya kita akan mampu mengalahkan setan dan
pengikutnya. Tanpa bekal dan senjata yang memadai, manusia akan mudah
dikalahkan oleh setan.
taufik rachman/hanan putra






0 comments:
Post a Comment