Monday, 15 October 2012

Tekad Ibadah Melawan Sakit

Ujian tak dapat di tolak. Sakit dan sehat menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari. Akibat sakit, dapat membuat seseorang tidak bisa beraktifitas ibadah secara maksimal. Namun tekad dan kemauan yang kuat menjadi modal dan energi pendorong untuk tetap beribadah.



Dalam perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Seorang ibu usia 67 tahun bernama Juwariyah embarkasi SUB 13 terpaksa harus menjalani perawatan. Dia dirawat  sejak hari pertama di Madinah akibat kanker paru yang dideritanya.

Juwariyah menyatakan, dirinya belum pernah ke masjid Nabawi, ketika baru tiba dirinya langsung mendapat perawatan, mulai dari sektor ke rumah sakit Arab Saudi dan BPHI. "Datang langsung ke sektor terus ke BPHI. Pernah dirujuk ke RS Arab dan mau di evakuasi ke Makkah," katanya.

Badan yang lemah tak membuatnya berkecil hati, dia berdoa agar dapat sembuh dari sakitnya dan melaksanakan haji bersama keponakannya guna memperoleh haji yang mabrur. "Moga menjadi haji mabrur," ujarnya.

Juwariyah berangkat bersama keponakannya, karena suaminya meninggal 2 tahun yang lalu di tengah proses pendaftaran dan menunggu pelaksanaan ibadah haji.

Di sisi lain ada pasien lainnya yang juga mengalami sakit dan dirawat di BPHI, Ibu Hasnah dari Maluku Utara embarkasi UPG 12. Ibu Hasnah menyatakan dirinya tidak memiliki tenaga dan tidak kuat bangun setelah tiba satu hari di Madinah. "Tidak bisa bangun, termasuk untuk buang air kecil dan besar," ungkapnya.

Meski lemah, tekadnya tetap mengelora. Dirinya telah meminta untuk salat di masjid Nabawi sebelum dibawa ke Makkah. Bahkan dia membeli kursi roda sendiri. "Untuk mempermudah jalan, ketika beribadah dan bisa jalan untuk proses haji. Jika tidak bisa dengan orang lain biar suami saya yang dorong," lisannya.

Dirinya mengharapkan dapat menunaikan ibadah haji secara baik. "Doakan ... Sehat-sehat, anak cucu sehat, ibu dan bapak (almarhum- red) dapat diterima baik di sisi-Nya," tutupnya.

Ada hikmah di balik sakit seorang muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (HR Bukhari, Muslim)

Dan Sebagai manusia kita juga diingatkan akan lima perkara, sebelum datang lima perkara. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati. Jadi gunakan waktu secara baik, jangan disia-siakan karena waktu yang telah lewat tidak akan kembali.
(Akmal Irawan/Sindoradio/mbs)  sumber : okezone.com

0 comments:

Post a Comment