Mekkah (ANTARA News) - Pasar `borong` atau Pasar Zakfariah yang
letaknya sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi,
Kamis, mulai ramai dikunjungi calon jamaah haji dari berbagai negara
termasuk dari Indonesia.
Pasar yang bentuknya seperti pasar tradisional di Indonesia itu, menjual berbagai keperluan ibadah, termasuk perhiasan emas, cendera mata berupa grafis, jam tangan dan barang-barang elektronik berupa telepon genggam.
"Pasar ini sebagai ganti Pasar Seng yang dulu dikenal para jemaah haji," kata seorang mukimin (warga Indonesia yang telah lama bermukin di Arab Saudi) Zaini.
Pada pedagangnya juga rata-rata dapat menggunakan bahasa Indonesia walaupun dengan logat Arab. Tawar-menawar juga lazim dilakukan di pasar yang tepat waktu sholat langsung tutup dan digelar karpet untuk alas sholat di lorong-lorong jalan pasar itu.
Seorang warga Indonesia asal Kediri yang tinggal di Jeddah mengaku datang ke pasar itu membeli dagangan dan menawarkannya kepada para jemaah haji.
"Saya baru sekali ini mas, teman-teman lain telah terbiasa memanfaatkan kesempatan ini," katanya kepada sejumlah wartawan peliput pelaksanaan ibadah haji di Mekkah.
Topi haji buatan Cina seharga satu dan dua real misalnya, serta sejadah buatan China dibungkus dengan kompas penunjuk Kiblat, minyak wangi dalam botol kecil dan satu tasbih, dijual seharga 10 real dalam satu paket.
Pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh dan harganya umumnya relatif di bawah harga eceran di pasar lainnya. (J003/Z002)






0 comments:
Post a Comment