JEDDAH — Tingginya hasrat masyarakat Muslim
untuk menunaikan ibadah umrah mendapat perhatian serius dari Kedutaan
Besar Arab Saudi di Jakarta. Semakin mudah dan lancarnya pengurusan visa
diyakini turut mendorong menggeliatnya bisnis ini Ketua Umum Amphuri,
Sugeng Wuryanyo mengatakan Kedubes Arab Saudi di Indonesia sangat
membantu proses pengurusan visa jamaah Indonesia yang akan menunaikan
ibadah umrah. Per hari, Sugeng mendengar paling tidak terdapat 5.000
visa jamaah umrah yang dikeluarkan pihak Kedubes tersebut.
“Pihak Saudi
sangat membantu proses pervisaan, jadi tidak ada kendala. Kuota umrah
pun tidak ada masalah,” ujarnya.
Direktur Utama NRA Tour & Travel, Irmawati Asrul juga menyatakan
2.000 visa jamaah yang telah diberangkatkan sejak awal 2013 kemarin
diperoleh tanpa kesulitan berarti. Meski sebelumnya sempat mendengar
kabar burung pembatasan waktu umrah, Irmawati mendapati bahwa Pemerintah
Arab Saudi tidak melakukan hal tersebut.
“Itu hanya isu simpang-siur. Ternyata tetap bisa, mau dua minggu,
atau sepuluh hari boleh,” ujar Irmawati. NRA Tour, yang sempat menutup
pelayanan selama periode Syawal hingga Lebaran Haji kemarin, mengaku
kebanjiran pendaftar yang sangat ingin mengunjungi Masjidil Haram di
awal 2013 ini.
Meski begitu, kabar batalnya 300 calon jamaah umrah asal Jawa Timur
sangat disesalkan Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji
(Himpuh), Baluki Ahmad. Apalagi, jamaah tersebut ditangani oleh biro
perjalanan yang belum terdaftar secara resmi di Kementerian Agama.
Padahal, jumlah jamaah umrah asal Indonesia yang berangkat ke Tanah
Suci merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Untuk mencegah
terulangnya kasus serupa, baik Himpuh maupun Amphuri menyambut baik
rencana pemerintah untuk melakukan akreditasi biro perjalanan haji dan
umrah di Tanah Air.
Akreditasi travel
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menyebut rencana melakukan akreditasi biro perjalanan haji dan umrah tahun ini guna melindungi calon jamaah dari travel nakal.
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menyebut rencana melakukan akreditasi biro perjalanan haji dan umrah tahun ini guna melindungi calon jamaah dari travel nakal.
Ketua Komisi Pengawasan Haji dan Umrah Indonesia (KPHUI), Ade
Marfuddin berharap pemberlakuan akreditasi ini bisa menertibkan travel
haji dan umrah yang sudah beroperasi. Dengan rutin melakukan penilaian,
pemerintah pun bisa memantau status operasional travel-travel.
“Banyak travel yang izin operasionalnya belum diperpanjang tetap
berani memasang iklan di media massa. Bagi masyarakat awam yang tidak
tahu, jelas ke depannya bisa sangat merugikan bila travelnya dilarang
memberangkatkan jamaahnya,” kata Ade. Jangan sampai pula, tambahnya, ada
travel yang iklannya masih terpampang di jalan, tapi nyatanya sudah
tidak beroperasi.
Pemberian reward dan punishment juga disebut Ade layak diberlakukan
sebagai bagian dari rencana akreditasi travel. Tolak ukurnya adalah
laporan jamaah atas kualitas layanan yang diterimanya selama menjalankan
ibadah di Tanah Suci. Dengan diumumkannya kualitas layanan sebelumnya,
dia yakin informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi calon jamaah
yang tengah mencari jasa travel haji dan umrah.
Faktor lain yang dapat dijadikan penilaian akreditasi travel, tambah
Ade antara lain sistem administrasi, manajemen pelayanan serta program
ibadah yang ditawarkan. “Juga bisa dilihat dari hasil laporan tahunan
travel, siapa yang paling banyak memberangkatkan dan paling bagus
layanannya pada jamaah?”
Sumber : Jurnal Haji
Sumber : Jurnal Haji






0 comments:
Post a Comment