Sunday, 5 May 2013

Entah Siapa Memberi Kurma di Masjidil Haram

Pengalaman spiritual dirasakan oleh Dr. Abin Syamsuddin yang ketika menunaikan ibadah haji masih menjabat Rektor Uninus Bandung. Pak Abin, panggilan akrabnya, pergi ke toko membeli anggur dan apel. Istrinya hanya melihat saja apa yang dibawanya itu. 

 
Bukan anggur dan apel yang diinginkan isrinya, tetapi kurma. Mau bicara langsung, ia takut mengecewakan dan menyusahkan suami. Karena kalau ia mengatakan bahwa yang diinginkannya kurma, Pak Abin pasti kembali lagi membeli buah yang diinginkannya itu.
 
Istri Pak Abin begitu menginginkan buah kurma, tetapi ia tahan keinginannya itu. Ia hanya makan buah-buahan yang ada saja.
 
Besok harinya, malam Sabtu, Pak Abin beserta istri pergi ke Masjid Al-Haram. Sesampainya di dalam, mereka pisah. Pak Abin masuk tempat laki-laki, sedangkan istrinya ke tempat wanita.
 
Baru saja istrinya hendak membaca Alquran, tiba-tiba bluk... Ada bungkusan jatuh ke pangkuannya. Ia penasaran. Dibukanya bungkusan itu. Kurma!!
 
Lantas, ia tengok orang yang menjatuhkan bungkusan itu. Yang terlihat cuma punggungnya saja. Orang itu sudah pergi.
 
Kejadian itu memberikan suatu pelajaran bagi Pak Abin, bahwa dengan menahan diri dari hawa nafsu dan dengan penuh harapan kepada-Nya akhirnya keinginan-keinginan itu dikabulkan oleh Allah Yang Mahakuasa
 
Sumber :  Jurnal Haji Umroh
 
 
 
 

0 comments:

Post a Comment