REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN--Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara H
Gatot Pujo Nugroho mengatakan Rumah Sakit Haji Medan tetap akan
mengedepankan kepentingan umat Islam.
"Saya berbahagia demi kepentingan umat, umara (pemerintah,red) dan ulama dapat duduk bersama membicarakannya termasuk terkait permasalahan Rumah Sakit Haji," katanya saat silaturahim dengan Forum Umat Islam Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Jumat (15/2).
Gatot berjanji akan mengundang semua pihak
yang terkait untuk membicarakan pengelolaan RS Haji secara lebih fokus
dan komprehensif."Saya berbahagia demi kepentingan umat, umara (pemerintah,red) dan ulama dapat duduk bersama membicarakannya termasuk terkait permasalahan Rumah Sakit Haji," katanya saat silaturahim dengan Forum Umat Islam Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Jumat (15/2).
Dia juga menjelaskan proses pengambilalihan pengelolaan RS Haji tersebut hanyalah untuk menyelamatkan rumah sakit yang jadi ikon muslim di bidang kesehatan.
Menurut Gatot, nantinya setelah RS Haji sudah sehat secara pengelolaan manajemen dan dana operasional, akan dikembalikan ke umat dengan menunjuk pihak-pihak representatif.
Saat ini, pengambilalihan pengelolaan akan diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT). Bila pengelolaannya sudah semakin baik, proses berikutnya akan dibentuk Badan Layanan Umum (BLU).
''Dalam manajemennya akan diisi keterwakilan umat Islam, dan pelaksananya adalah para profesional," ujarnya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, upaya yang ia gagas tersebut tetap memiliki semangat untuk tetap menjaga aset umat Islam agar tidak hilang begitu saja.
Sebelum melahirkan keputusan pengambilalihan RS Haji itu, Gatot mengakui pihaknya telah melakukan dialog dengan MUI Sumut, Komisi E DPRD Sumut, serta melakukan studi banding ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
Selain itu, pihaknya juga melakukan konsultasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Depkum dan HAM.
Gatot menyebutkan masalah itu juga telah didiskusikan dengan berbagai pihak, bahkan melakukan studi banding, katanya.
Melihat dinamika kekinian umat yang terjadi, Gatot menawarkan diskusi lebih intensif antarsemua pihak terkait.
Gatot menyebutkan masalah itu juga telah didiskusikan dengan berbagai pihak, bahkan melakukan studi banding, katanya.
Melihat dinamika kekinian umat yang terjadi, Gatot menawarkan diskusi lebih intensif antarsemua pihak terkait.
Dia sekaligus akan mengundang pihak Pemprov Sumut yang menangani RS itu sejak awal.
Untuk mendapatkan kronologis lebih jelas, ia akan menghadirkan tim, supaya bisa membangun komunikasi lebih intensif. ''Sehingga hal ini bisa terselesaikan dengan baik dan keinginan kita sama-sama terwujud, yaitu mempunyai rumah sakit untuk umat Islam yang maju," kata Gatot.
Sebelumnya, Ketua FUI Sumut Indra Suheri menyatakan keberatan pada proses pengambilalihan RS Haji di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sumut.
Dia tidak ingin akses umat Islam terbatasi dan akhirnya kepemilikan umat Islam hilang. "Kami berharap keputusan tersebut dievaluasi dan dikembalikan kepada umat," kata Indra.
Untuk mendapatkan kronologis lebih jelas, ia akan menghadirkan tim, supaya bisa membangun komunikasi lebih intensif. ''Sehingga hal ini bisa terselesaikan dengan baik dan keinginan kita sama-sama terwujud, yaitu mempunyai rumah sakit untuk umat Islam yang maju," kata Gatot.
Sebelumnya, Ketua FUI Sumut Indra Suheri menyatakan keberatan pada proses pengambilalihan RS Haji di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sumut.
Dia tidak ingin akses umat Islam terbatasi dan akhirnya kepemilikan umat Islam hilang. "Kami berharap keputusan tersebut dievaluasi dan dikembalikan kepada umat," kata Indra.
| Redaktur : Damanhuri Zuhri |
| Sumber : antara |






0 comments:
Post a Comment